Selasa, 08 Maret 2011

Israel Minta Dana Tambahan Dari AS

VIVAnews - Pergolakan dan pergantian kepemimpinan di beberapa negara Timur Tengah membuat Israel khawatir. Karena itu, Israel meminta tambahan dana lagi sebesar US$20 miliar atau sekitar Rp175 triliun dari Amerika Serikat untuk meningkatkan kemampuan militer dan pertahanannya.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak, kepada kantor berita The Wall Street Journal, Senin, 7 Maret 2011. Barak mengatakan bahwa pergolakan di Tunisia, Mesir, Libya, dan beberapa negara di Afrika dan Timur Tengah adalah pergerakan menuju negara Arab modern.

Namun, Barak khawatir perubahan kepemimpinan yang berdasarkan pilihan rakyat, serta usaha pemerintah untuk memenuhi semua tuntutan rakyat, dapat mengganggu hubungan Israel dengan negara-negara tersebut.

Dia mencontohkan, tekanan publik di Mesir terhadap pemimpin baru dapat saja mengganggu kesepakatan damai antara kedua negara tahun 1979. Ditambah lagi, dengan ancaman dari beberapa negara di kawasan, seperti Iran dan Suriah, yang sepertinya masih aman dari gejolak revolusi.

Didasari atas hal itu, Barak menyatakan bahwa sudah saatnya AS menambah suntikan dana bagi keamanan Israel. “Masalah bantuan militer untuk Israel semakin penting bagi kami, dan saya yakin juga penting bagi kalian [AS],” ujar Barak. “Sangatlah bijak jika menambah dana lagi sekitar US$20 miliar untuk meningkatkan keamanan Israel bagi generasi selanjutnya."

Barak menambahkan, "Israel yang lebih kuat dan bertanggungjawab dapat menjadi penstabil di wilayah yang bergolak ini.”

Menurut catatan The Wall Street Journal, pemerintah Israel menghabiskan sembilan persen dari produk nasional bruto untuk pertahanan, atau sekitar US$17 miliar (Rp149 triliun). AS menyumbang untuk pertahanan Israel sebesar US$3 miliar (Rp26 triliun) setiap tahunnya.

Krisis di Mesir dan beberapa negara lainnya mengundang kekhawatiran pemerintah Israel yang terletak di tengah-tengah negara-negara tersebut. Kekhawatiran semakin bertambah apabila pemerintahan baru merupakan bagian dari anggota organisasi Islam, seperti di Mesir dengan Ikhwanul Musliminnya.

Jika Mesir mengubah dukungannya terhadap Israel setelah tidak lagi diperintah Mubarak, maka negara Zionis ini akan sendirian di kawasan Timur Tengah tanpa sekutu

sumber : http://dunia.vivanews.com/news/read/208379-israel-minta-tambahan-dana-dari-as

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms